Terkini

Waspada DBD, Ini Kebiasaan Buruk Orang Kota yang Mengundang Nyamuk Aedes

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Memasuki musim hujan, kasus Deman Berdarah rentan mengalami peningkatan, tak terkecuali di Kota Makassar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, mengatakan, ada tantangan yang harus diselesaikan khususnya mereka yang tinggal di kota besar.

Dia mengungkapkan, pola hidup orang-orang di kota besar yang tidak mau repot dan serba praktis tidak dibarengi dengan tingkat kesadaran pengelolaan sampah yang baik.

“Tantangan di kota besar adalah pola konsumsi makanan orang-orang kota itu sendiri. Semua siap saji. Kalau perlu nasi tidak masak tommi di rumah. Beli nasi jadi, kemudian wadahnya dilempar begitu saja, gelas air meniral sudah minum lempar, ini semua wadah plastik kalau hujan tergenang air,” ungkapnya kepada fajar.co.id, Minggu (15/3/2020).

Bungkus makanan plastik kalau hujan tergenang air itu bisa menjadi tempat nyamuk menetas. “Kalau ada daerah yang tingkat DBDnya tinggi, berarti tingkat kesadaran masyarakatnya jelek. Itu intinya,” sambungnya.

Perilaku masyarakat kota yang gemar membuang sampah plastik sembarangan itu menjadi sarang nyamuk.

Mengenai penanganan DB, Naisyah mengatakan, cukup di puskesmas, pihak Dinkes sudah siapkan dari cairan sampai obat. Kalaupun harus diopname cukup di puskesmas, tidak perlu dirujuk di rumah sakit. Kecuali penangan terlambat dan telah terjadi komplikasi, misalnya pendarahan, itu harus dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi kita harapkan semua pasien yang masuk di puskesmas dapat ditangani dengan baik, sehingga mereka tidak perlu ke rumah sakit,” paparnya. (iqbal)