Terkini

Sun Tzu, Jendral Perang Cina Melalui “The Art of War”

Sun Tzu’s The Art of War ditulis pada abad kedua sebelum masehi oleh seorang jendral besar militer China. Di buku ini dia menulis tentang strategi perang yang berpengaruh dalam sejarah dunia Timur maupun Barat.

Tidak hanya dalam ilmu militer, tapi di bidang hukum, pemerintahan dan juga bisnis. Banyak pula pekerja professional yang menggunakan buku ini sebagai acuan dalam menghadapi permasalahan mereka.

Berikut beberapa hal yang bisa kita ambil dari buku Sun Tzu’s The Art of War:

1. “The supreme art of war is to subdue the enemy without fighting.”

Apa maksudnya sih?? Maksudnya adalah, marketing yang baik dan benar adalah seperti kita tidak mempromosikan apapun. Jadinya calon customer kita bahkan tidak tau kalau kita sedang melakukan promosi sebuah produk.

2. “In the midst of chaos, there is also opportunity.”

Udah pasti dong produk yang kamu tawarin bukanlah satu-satunya produk sejenis itu di dunia ini, dan calon customermu pasti sudah tau itu juga. Terus kenapa calon customermu harus beli itu dari kamu? dan bagaimana caranya biar dia beli barang tersebut di kamu? Caranya adalah kamu harus berbeda dari competitormu. Dan kalau kamu sudah mempromosikannya dengan cara yang berbeda dan kamu bisa memberikan alasan produk kamu ini bisa menyelesaikan masalah customermu ini, sudah tidak mungkin lagi customermu tidak membeli produkmu itu.

3. “Victorious warriors win first and then go to war, while defeated warriors go to war first and then seek to win.”

Pemenang adalah yang bisa membayangkan seperti apa sebuah keberhasilan dan bisa mengubah impian itu menjadi action steps yang jelas dan bisa membawamu menuju kemenangan yang kamu impikan tersebut.

4. “Supreme excellence consists in breaking the enemy’s resistance without fighting.”

Kamu tau kalo kamu sudah benar-benar menguasai musuhmu jika kamu sudah berhasil menjual produkmu tanpa harus memaksa customer untuk membelinya.

5. “Opportunities multiply as they are seized”

Perkembangan teknologi membuka peluang baru terhadap pemasaran. Karena seiring berkembangnya teknologi, kebiasaan dari calon customermu ikutan berevolusi.

6. “Earth gives birth to length. Length gives birth to volume. Volume gives birth to counting. Counting gives birth to weighing. Weighing gives birth to victory.”

Untuk menjadi peracik strategi yang handal, kamu harus bisa membaca strategi competitor, seberapa jauh kamu sudah berjalan, goals kamu, dan juga Return On Investment(ROI) kamu. Banyak orang yang tidak pernah memantau ROInya, jadi bukan untuk marketing kita juga harus memperhatikan hal itu juga, kalau tidak yang malah jadinya rugi. Dan kamu juga harus bisa mengevaluasi setiap langkah yang telah kamu kerjakan.

7. “If ignorant both of your enemy and yourself, you are certain to be in peril.”

Kalau kamu ga bisa peka sama keadaan sekitarmu dan ga sadar kalau sebeneranya musuh terbesarmu ada dalam diri kamu sendiri, maka kamu harus siap-siap buat kalah.

8. “Put them in a spot where they have no place to go, and they will die before fleeing.”

Berikan lah produk yang customer butuhkan saat ini juga, namun produk itu bisa manjadikan dia sebagai customer kamu seumur hidupnya. Kalau di AIESEC nih ya, kamu harus bisa mancing orang buat ikut volunteer sama AIESEC yang in the end pengalaman yang dia dapet saat dia volunteer akan selalu bisa membuat dia promosiin ke orang-orang seberapa bagus AIESEC itu dan menyarankan orang-orang lain buat ikutan program yang sama seperti dia dulu.

9. “The general who advances without coveting fame and retreats without fearing disgrace, whose only thought is to protect his country and do good service for his sovereign, is the jewel of the kingdom.”

Hal terakhir yang paling penting adalah jangan takut buat gagal. Kegagalan yang sesungguhnya adalah orang yang enggan mencoba. Sebenarnya, marketing itu adalah menawarkan hal yang bermanfaat buat orang lain. Jika kamu hanya mempromosikan barang untuk mengejar target dan mendapatkan apresiasi “wah produk kamu bagus”, sebenernya kamu udah salah banget.

Terus kita kan udah tau nih apa aja hal-hal yang bisa dipetik dari buku Sun Tzu’s The Art of War, terus gimana cara mengimplementasikannya nih di dunia marketing? Nah salah satu caranya adalah dengan menggunakan inbound marketing. Inbound marketing adalah salah satu strategi yang bisa kita dipakai untuk mempromosikan produk dengan lebih efisien dari pada cara promosi tradisional yang berbayar. Contoh simplenya adalah dengan mengoptimalkan ecosistem yang bisa kita bangun di internet, atau pun bisa dengan Search Engine Optimization atau lebih dikenal dengan SEO.

Sun Tzu pernah berkata “Thus those skilled in war subdue the enemy’s army without battle …. They conquer by strategy.” (Jadi orang-orang yang ahli dalam perang menaklukkan tentara musuh tanpa pertempuran…. Mereka menaklukkan dengan strateg). Marketing has evolved, the battlefield has changed and so the customer behavior. Will you conquer or capitulate? The choice is on you, choose wisely.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*