Terkini

Sambut Ramadhan di Ciamis Sejumlah Tradisi Dibatalkan Gara-gara covid 19

Menjelang bulan suci Ramadhan, biasanya masyarakat Ciamis menggelar berbagai tradisi. Namun gegara wabah Corona, sejumlah tradisi menyambut bulan suci Ramadhan terpaksa dibatalkan. Namun ada tradisi yang tetap digelar dengan kalangan tertentu secara terbatas.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis Budi Kurnia mengatakan ada 5 tradisi yang biasa dilakukan jelang bulan Ramadhan, yakni Misalin di Salawe Kecamatan Cimaragas, Ngikis di Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing, Merlawu di Gunungsusuru Kertabumi, Nyepuh di Kecamatan Panjalu dan Ngikis di Singaperbangsa Kecamatan Cisaga.

“Untuk sekarang tradisi itu dibatalkan, karena kondisinya dalam upaya pencegahan wabah Corona. Masyarakat juga memahami itu,” ucap Budi Kurnia saat dihubungi¬†awak media Jumat (10/4/2020).

Budi menjelaskan, sebetulnya untuk tradisi inti masih dilaksanakan oleh kuncen dan kalangan terbatas. Itu untuk menjaga tradisi agar tetap ada. Namun yang batal itu rangkaian keramaiannya. Karena melibatkan ratusan hingga ribuan warga ditambah wisatawan.

“Contohnya Ngikis di Situs Singaperbangsa hanya dilaksanakan oleh kuncen dan tokoh setempat, pesertanya 5 sampai 9 orang saja. Yang tidak ada itu keramaiannya,” jelas Budi.

Sementara itu, Kepala Desa Karangkamulyan M Abdul Haris menegaskan keramaian kegiatan tradisi Ngikis di Situs Ciung Wanara dibatalkan karena wabah Corona. Karena peserta yang datang dari berbagai daerah dengan jumlah mencapai ribuan orang.

“Dibatalkan, karena tradisi ini banyak melibatkan orang, seperti kesenian, berdoa di tengah situs, makan bersama setelah memagar situs, ditutup dengan berebut hasil bumi pada gugunungan. Sesuai imbauan pemerintah untuk saat ini tidak menggelar keramaian,” kata Haris.

Haris mengaku sedih tahun 2020 ini tak bisa menggelar tradisi Ngikis. Karena dari tradisi ini salah satu upaya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat desa setempat. Menurut Haris, wabah Corona ini sangat berdampak bagi warga di Desa Karangkamulyan, terutama pedagang di sekitar Situs Ciung Wanara, petilasan Kerajaan Galuh.

“Biasanya disini banyak yang transit dan berkunjung. Sekarang Situs ditutup, dipagar. Warung warga sudah tutup,” ucapnya.

Haris menjelaskan, anggaran untuk tradisi Ngikis saat ini dialihkan untuk penanganan Corona dan membantu warga melalui Padat karya tunai. Ia mengingatkan warga untuk berdoa di rumah masing-masing jelang Ramadhan ini.

“Ngikis itu kan artinya membersihkan diri jelang Ramadhan, mari berdoa supaya dalam menghadapi Ramadhan ini kita diberi kelancaran dan kemudahan. Juga berdoa agar wabah Corona ini segera berakhir, ujanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*