Terkini

Pesona Kampung Tenun Warna Warni Baubau

Kota Baubau adalah sebuah kota di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki panorama alam yang indah dan memesona. Keindahan pantai berbaur dengan warna-warni kampung tenun warna di pesisir serta ragam corak khas kain tenun Buton.

Kapung Tenun Warna Warni yang terletak di Pantai Sulaa Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari.

Warna-warni? Iya. Sebab rumah-rumah penduduk bahkan beberapa bangunan lainnya yang ada di kawasan itu begitu memanjakan mata dengan pesona warna yang begitu menarik. Uniknya lagi, warna-warna yang digunakan bercorak khas pewarnaan tenunan Buton. Maka jadilah Sulaa tampak lebih unik, berkarakter, dan berciri khas Buton.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom, M.Si, konsep menggiatkan pariwisata bagi Kampung Topa Sulaa ini, didasari dengan peningkatan kapasitasnya dari kampung tenun menjadi kampung warna-warna, yang didukung dengan kehadiran pihak swasta di wilayah itu. Yakni, PT. Pasific Paint, salah satu industri perusahaan cat terbesar di Tanah Air, dalam bentuk bantuan Corporate Social Rensponsibility (CSR).

Kekayaan budaya Buton lain yang dapat ditemui di sini adalah arsitektur asli rumah adat Banua Tada. Rumah panggung ini memiliki tiang penyangga, lantai, dinding dan rangka yang terbuat dari kayu.

Banua berarti rumah dan Tada berarti siku. Secara sederhana pembuatannya dapat dijelaskan seperti ini.

Semua tiang dibuat dari kayu bulat yang ditumpangkan di atas fondasi batu, sedangkan lantainya dibuat dari papan kayu jati dengan teknik kunci. Teknik ini memungkinkan proses pembangunan rumah tanpa menggunakan paku sama sekali.

La Pina, S.Pd, lurah setempat tentu amat berbangga dengan ‘cerahnya’ kampung Topa dan berbangga jika wilayahnya ditetapkan sebagai ‘kampung warna-warni’ sekaligus menjadi destinasi wisata di kota ini. “Tentunya berharapa kehidupan warga Kelurahan Sulaa bisa lebih baik, sebab masyarakat kami dominan nelayan dan penenun,” tandasnya.

Karena sentuhan warna khas budaya ini, Sultan ke-39 Buton YM. dr.La Ode Izat Manarfa ikut berbangga dalam sambutannya. “Jika perlu tak hanya di Sulaa, tetapi semua wilayah ada CSR pihak PT.Pasific Paint, tentu dengan menyesuaikan nilai-nilai kearifan lokal ke Butonan. Apalagi Sulaa merupakan sentra industri tenun Buton, sehingga keunikan perkampungannya semakin mendukung lahirnya pusat wisata baru di kota ini,” ujarnya.

Infrastruktur fasilitas publik berupa penerangan jalan, toilet umum juga disediakan, tentu didukung dengan kesadaran warga untuk memelihara kebersihan lingkungan. Selebihnya dilakukan promosi yang intensif untuk mendukung kunjungan wisata ke kota ini.