Terkini

Penelitian! Virus Corona Bisa Bertahan 37 Hari

FAJAR.CO.ID– Dunia baru mengenal virus corona jenis baru pada akhir Desember 2019 saat kasus pertama muncul di Wuhan, Tiongkok. Sekali muncul, virus ini langsung mematikan dan kini sudah menyebar lintas negara. Masa inkubasi virus tersebut adalah 14 hari.

Coronavirus mungkin memakan waktu berhari-hari hingga 14 sebelum infeksi bergejala. Meskipun banyak juga orang yang sembuh, namun perawatan bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

Virus ini bahkan masih mengintai di tubuh seseorang bahkan setelah orang merasa lebih baik. Sebuah studi baru di Lancet, berdasarkan penelitian di Tiongkok, menemukan bahwa rata-rata lama virus tetap berada di saluran pernapasan pasien setelah gejalanya dimulai adalah 20 hari.

Di antara pasien yang selamat, virus korona bertahan antara delapan hingga 37 hari. Namun studi ini tidak mencapai kesimpulan sejauh mana virus bertahan ini menyebabkan infeksi pada orang lain.

“Virus Korona ini dapat terbentuk dengan sendirinya di saluran pernapasan bagian atas,” kata Kepala Bagian Ekologi Virus di Rocky Mountain Laboratories Vincent Munster, seperti dilansir dari Washington Post, Senin (16/3)

“Sedangkan MERS cenderung menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan bagian bawah. Meskipun lebih mematikan daripada virus baru, MERS tidak menyebar dengan mudah dan tidak menjadi pandemi,” tambahnya.

Munster dan rekan-rekannya telah mempelajari Coronavirus baru di laboratorium berupa kondisinya di luar organisme inang, di udara, dan di permukaan. Eksperimen-eksperimen itu menemukan bahwa setidaknya beberapa Coronavirus berpotensi tetap dapat bertahan dan mampu menginfeksi seseorang.

Sebab virus itu bertahan hingga 24 jam di kardus serta tiga hari di plastik dan stainless steel. Pada permukaan tembaga selama empat jam. Penelitian Munster dan timnya diposting di situs pracetak, dan belum dipublikasikan dalam jurnal.

Ketika Coronavirus menyebar, tindakan sederhana dengan menyentuh permukaan benda-benda bisa menjadi masalah. Apakah aman untuk menyentuh layar ATM? Pegangan pintu? Paket yang datang melalui pengiriman?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan agar publik mengambil langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan benda-benda di rumah dan yang sering digunakan. Sebagian besar partikel virus terdegradasi dalam hitungan menit atau jam di luar inang yang hidup.

“Walaupun secara teori seseorang mungkin terinfeksi satu atau dua hari setelah menyentuh permukaan terinfeksi virus,” kata Munster.

Strategi AS untuk memperlambat penyebaran virus Korona saat ini difokuskan pada jarak sosial (social distancing) sebab manusia adalah vektor COVID-19. Masyarakat juga telah didesak oleh CDC untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan di rumah mereka. CDC telah memberikan panduan tentang bagaimana mencampur larutan disinfektan dari pemutih, air dan alkohol.

“Mungkin saja seseorang bisa tertular COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri, tetapi ini bukan cara utama virus itu menyebar,” kata CDC. (jpc/fajar)