Terkini

Menurut Ilmuwan Surati Donald Trump, Sebut Corona Tak Hilang di Cuaca Panas

Anggapan bahwa virus Corona akan melemah bahkan mati di tengah cuaca yang panas juga dipercaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Belakangan, ilmuwan membantah hal itu dan menyurati Gedung Putih soal hal itu.

Donald Trump dalam satu kesempatan mengatakan bahwa dalam cuaca agak sedikit hangat, virus secara ajaib akan hilang.

Dilansir CNN, Kamis (9/4/2020), dalam surat yang dikirimkan ke Gedung Putih, National Academy of Science (NAS) committee atau Komite Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional mengatakan data tercampur tentang apakah virus corona menyebar dengan mudah dalam cuaca hangat seperti halnya dalam cuaca dingin. Tetapi itu dianggap tidak terlalu penting mengingat begitu sedikit orang di dunia kebal terhadap virus Corona.

“Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa (Coronavirus) menular kurang efisien di suhu dengan kelembaban tinggi. Tapi, mengingat kurangnya imunitas secara global, pengurangan penularan ini tidak akan signifikan tanpa adanya intervensi kesehatan masyarakat secara bersamaan” bunyi surat tersebut.

Surat itu mencatat, sebagai contoh, sebuah studi pandemi Corona di China menunjukkan bahwa meski di bawah cuaca dengan temperatur tinggi juga kondisi lembap, virus tetap menyebar secara berlipat ganda, di mana setiap satu orang yang positif bisa menularkan dua orang lainnya.

Meski kita berharap cuaca bisa memberikan kontribusi pada hilangnya virus ini, kita tak bisa menggantungkannya pada itu saja. Kita tetap harus melakukan pembatasan sosial dan upaya lainnya,” Sementara itu Dr William Schaffner, spesialis Penyakit Infeksi di Pusat Kesehatan Universitas Vanderbilt yang bukan anggota NAS.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat mengatakan bahwa virus Corona bisa berkurang di cuaca panas.

“Sepertinya di April, Anda tahu teorinya bahwa bila cuaca mulai menghangat, (virus) itu akan hilang,” ujar Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*