Terkini

Kurangi Kebiasaan Duduk Lama

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus hernia tak bisa ditangani dengan meminum obat. Perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengembalikan usus pada posisi anatomisnya.

Konsultan Bedah Digestif RS Labuang Baji, dr Erwin Syarifuddin SpB-KBD menuturkan, usaha mencegah bertambah beratnya penyakit hernia perlu memperhatikan faktor penyebabnya. Jika ada riwayat penyakit seperti pembesaran prostat, batuk kronik, atau obesitas, maka masalah tersebut perlu diobati dahulu.

Selain itu, mengurangi kebiasaan duduk dan berdiri terlalu lama. Hindari mengangkat beban terlalu berlebihan, serta mengonsumsi makanan tinggi serat agar kebiasaan mengejan tak terjadi.

Banyak pasien yang menggunakan celana dalam yang ketat untuk mengurangi masalah usus turun, namun hal ini tidak terbukti efektif bekerja. Malahan, pada anak penderita usus turun, pemakaian celana yang sempit bisa mengakibatkan gangguan peredaran darah ke alat vital termasuk ke testis

Upaya penanganan penyakit usus turun adalah dengan operasi. Tindakan ini bertujuan menutup efek hernia atau celah yang dilewati usus tersebut. Penyakit hernia tidak dapat diobati dengan minum obat. Bila selama ini usus turunnya masih bisa mengecil (reponibilis) maka operasi yang dilakukan adalah operasi hernia berisiko kecil. Namun bila usus turunnya terjepit, maka operasi gawat darurat yang harus segera dilaksanakan, karena kemungkinan kerusakan usus permanen harus dipantau dan ditangani dengan cepat.

Konsultan Bedah Digestif, RSUP dr Tadjuddin Chalid Makassar, dr. Tenriagi Malawat SpB-KBD mengatakan, secara teknis saat ini jenis operasi hernia ada dua macam yaitu operasi terbuka dan operasi laparoskopi. Operasi terbuka adalah teknik operasi langsung membuka dan memperbaiki hernia di atas penonjolannya. Sedangkan operasi laparoskopi adalah teknik operasi canggih, hanya dibuat tiga lubang kecil di perut yang kemudian dimasukkan alat kamera berlampu serta peralatan operasi khusus dan dokter akan menutup celah hernia melalui monitor komputer.

Pada kasus tertentu seperti pada penderita penyakit jantung yang juga menderita hernia, maka akan dilakukan identifikasi mengenai keadaan jantung ketika operasi dilakukan. “Kita menghitung besaran risikonya bagi penderita tersebut,” terangnya. Operasi hernia harus dilakukan, namun tentunya dengan pemantauan ketat keadaan jantung pasien. Begitu pula dengan kasus lain yang diderita pasien hernia. Semua perlu pertimbangan khusus mengingat usus yang terjepit harus dihindari. (ind/dni)