Terkini

Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady.

Saat ini dapat dikatakan dunia perfilman Indonesia tengah menggeliat bangun. Masyarakat Indonesia mulai mengganggap film Indonesia sebagai sebuah pilihan di samping film-film Hollywood. Walaupun variasi genre filmnya masih sangat terbatas, tetapi arah menuju ke sana telah terlihat. Titik balik perfileman Indonesia adalah pada tahun 2016. Dimana dari 15 film dengan jumlah penonton paling banyak pada tahun itu mampu menembus Daftar 100 film Indonesia terlaris sepanjang masa.

 

1.  Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1

Sebuah film komedi Indonesia 2016 yang disutradarai oleh Anggy Umbara. Film ini merupakan adaptasi dari film-film Warkop DKI. Film ini dirilis pada tanggal 8 September 2016 di bioskop seluruh Indonesia.
Menurut akun twiter resmi Falcon Pictures, dalam 16 hari penayangannya di berbagai bioskop di Indonesia, “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1” telah meraih 5.275.000 penonton. Dalam 22 hari meraih 6,5 juta penonton.

Jumlah penontonnya membuat film tersebut menyalip film Laskar Pelangi sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Distribusi film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 tak hanya berhenti di layar lebar dan streaming on demand. Hampir dua tahun berselang, kini film ini dirilis Falcon dalam bentuk cakram DVD bersama label Jagonya Musik & Sport Indonesia.

 

2. Dilan 1990

Dilan 1990 tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini, Kamis, 25 Januari, dengan rating 13 tahun ke atas.

Mengangkat kisah cinta dua siswa SMA bernama Dilan (Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan) dan Milea (Vanessa Prescilla) dengan latar belakang tahun 1990 di Kota Bandung, Jawa Barat. Dilan adalah anak motor bergelar Panglima yang tak jarang menimbulkan keributan. Sementara Milea adalah siswi baru di sekolah yang pindah dari Jakarta.

Sama dengan novelnya, film ini memiliki dialog yang sangat kuat. Meskipun puitis dan romantis, tetapi pembawaan Dilan yang santai dan slengean membuat kata-kata itu menjadi sarat makna dan tidak klise.

Film ini berhasil memperlihatkan bahwa menjadi romantis tidak perlu menampilkan kemesraan yang berlebihan.

 

3. Laskar Pelangi

Merupakan karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis naskah film Ayat-Ayat Cinta dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana.

Untuk mencari pemeran tokoh-tokoh anggota Laskar Pelangi, Riri Riza melakukan casting di daerah Belitung dengan menggunakan pemeran-pemeran lokal dalam pembuatan film. Film ini juga diambil di lokasi yang sama, Pulau Belitung. Film ini memadukan 12 aktorIndonesia yang dikenal dengan kemampuan akting mereka dengan 12 anak-anak Belitung asli yang bertalenta akting.

Film ini juga ditayangkan ulang di beberapa stasiun televisi nasional Indonesia.

“Tak Perlu Keliling Dunia” adalah lagu kelima dari album kompilasi Ost. Laskar Pelangi dan merupakan singel ketiga dari keseluruhan singel penyanyi Gita Gutawa. Lagu ini sendiri bermakna tidak jauh dari film Laskar Pelangi, yaitu mengajarkan bahwa kita tidak perlu keliling dunia untuk mencari yang terbaik, karena negeri kita sendiri sudah kaya akan yang terbaik. Lagu ini juga terinspirasi dari Ikal dalam film Laskar Pelangi yang sangat terpesona dengan kuku dari A Ling, dan mengatakan bahwa ia tidak perlu keliling dunia untuk menemukan kuku terindah, karena kuku terindah tersebut sudah ia temukan sendiri.

 

4. Habibie & Ainun

Film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. Film ini dibintangi oleh Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari dan Tio Pakusadewo. Pada peluncurannya, film ini disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke-16, Joko Widodo, dan oleh tokoh utama film ini sendiri, Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Film ini diangkat dari memoir yang ditulis Habibie mengenai mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie, dalam buku Habibie dan Ainun.

 

5. Pengabdi Setan (2017)

Mendapati kepercayaan untuk menggarap ulang film horor lawas Pengabdi Setan bukanlah hal mudah bagi sutradara Joko Anwar. Sejak mengarahkan film Janji Joni sekitar 10 tahun yang lalu, Joko telah bermimpi untuk menggarap ulang film horor ’80-an itu. Joko mengungkap, Pengabdi Setan menjadi film orisinal yang menggerakkan Joko untuk menjadi sineas.

Sunil mengatakan Pengabdi Setan yang digarap mulai dari ide cerita, naskah, hingga penyutradaraan oleh Joko Anwar ini membutuhkan lebih banyak anggaran dibanding film horor dia biasanya karena bertekad menjaga nuansa era 1980-an seperti pada film aslinya. Ia menjelaskan, tim produksi bahkan mendesain ulang sebuah rumah kuno di Pengalengan, Jawa Barat, untuk menjadi lokasi pembuatan Pengabdi Setan. Ini dilakukan demi ‘memuaskan’ nuansa yang diinginkan sang sutradara. Meski tak menjelaskan dengan lugas nominal yang dibutuhkan untuk membangkitkan kembali ‘arwah ibu’ dalam Pengabdi Setan, Sunil memastikan bujet melebihi Rp 2 miliar.

Film memperoleh 91.070 penonton di hari perdana penayangannya. Pada 18 hari penayangan, film ini berhasil meraih jumlah penonton sebesar 2.820.681 dan menjadi film horor Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.