Terkini

Di Tengah Corona, Kasus Kejahatan Kembali Merebak

Sejumlah aksi kejahatan merebak pasca puluhan ribu narapidana dilepaskan dari sel penjara, dengan maksud mengurangi potensi penyebaran virus corona (COVID-19) di Lembaga Pemasyarakatan.

Sejumlah aksi kejahatan yang tertangkap kamera menghiasi halaman sosial media. Sebagian postingan netizen tersebut berhasil diverikasi, sementara ada juga yang belum terverifikasi. 

Sebagian dari kejahatan merupakan aksi perampokan minimarket yang terjadi di Jakarta, Bekasi hingga Depok. Dirangkum dari awak media perampokan terjadi di sebuah minimarket di Jalan Masjid Al Wustho, Duren Sawit pada Kamis 16 April 2020 pukul 03.00 WIB. Dalam kasus ini seorang pelaku tewas tertembak timah panas polisi saat hendak melarikan diri.

Bermula ketika polisi melakukan patroli menaruh kecurigaan terhadap sebuah mobil Toyota Avanza yang parkir di depan minimarket tersebut. Saat itu polisi hendak menegur pemilik kendaraan tersebut.

“Saat (anggota) mau menegur, pemilik kendaraan tiba-tiba menghidupkan mesin dan berupaya melarikan diri hampir menabrak salah satu anggota,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Kombes Yusri dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Gembok minimarket yang patah membuat polisi kian curiga. Di saat bersamaan polisi mencoba menghentikan mobil Avanza tersebut, tiba-tiba 3 orang pelaku muncul dari dalam minimarket dengan membawa sejumlah barang hasil curian.

“Tiba-tiba dari dalam muncul 3 orang yang sudah membawa barang hasil curian. Mereka sudah berupaya mencuri di minimarket tersebut, sebagian barang sudah dimasukkan ke dalam kendaraan,” kata Yusri.

Polisi kemudian mencoba menghentikan para pelaku. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan parang dan mencoba melukai polisi.

“Sehingga dengan tindakan tegas terukur dengan standar operasional yang ada, setelah dilakukan tembakan peringatan tetap melawan, petugas dilakukan penembakan ke yang bersangkutan,” tuturnya.

Dua pelaku tertangkap hidup-hidup, sedangkan 1 pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Saat ini polisi masih memburu 1 pelaku lainnya.

Polisi masih mengembangkan kejadian tersebut. Sementara kerugian minimarket dalam kejadian itu ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Minimarket Cipayung

Berikutnya, perampokan terjadi di sebuah minimarket di Cipayung, Kota Depok. Kawanan perampok yang bersenjata celurit sempat menyekap karyawan minimarket sebelum akhirnya membawa kabur uang Rp 35 juta.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 15 April 2020 malam. Saat itu, minimarket yang berada di Jalan Bulak Timur RT 6/9, Cipayung, Kota Depok itu sudah menutup toko.

“Pada saat kejadian minimarket sudah dalam keadaan tutup/tidak beroperasional namun para karyawan masih berada di dalam untuk menghitung hasil penjualan dan melakukan bersih-bersih, para pelaku masuk ke dalam minimarket karena pintu rolling door tidak tertutup semua dan pintu kaca dalam keadaan tidak terkunci,” kata Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

Azis menyebut, saat disatroni perampok, di dalam minimarket tersebut ada 3 karyawan bernama Leri Eryana, Syaeful Rahman, dan Shelly Aleta. Menurutnya, para pelaku masuk berpura-pura hendak ke mesin ATM.

“Pelaku berjumlah 2 orang masuk berpura-pura ke mesin ATM, tidak lama salah satu pelaku menyusul masuk ke dalam kemudian masing-masing pelaku mengeluarkan senjata tajam berupa celurit dan menghampiri Saudara Syaeful yang sedang menyapu lalu membekap ‘kamu diam ayo ke brankas’ sambil mengalungkan celurit,” katanya.

Para pelaku menodong dan mendorong para karyawan menggunakan celurit. Para pelaku meminta ditunjukkan brangkas toko yang berada di lantai 2.

“Meminta/memaksa untuk membuka brangkas dan memasukkan uang ke dalam tas milik pelaku kurang-lebih sebesar Rp 35 juta. Setelah itu, pelaku meminta HP milik ketiga korban,” katanya.

Azis menuturkan setelah pelaku berhasil mendapatkan uang, kemudian menyuruh 3 korban masuk ke dalam kamar mandi sambil mengancam jika keinginannya tidak dituruti. Korban yang merasa ketakutan hanya bisa menuruti keinginan para pelaku.

“Setelah 15 menit kemudian korban keluar kamar mandi dan didapati pelaku sudah tidak ada/melarikan diri dengan menggunakan kendaraan roda 2 jenis Beat warna merah bertiga (1 motor bertiga),” katanya.

Aksi tersebut sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV yang tersebar di media sosial, terlihat para pelaku menyekap karyawan dan menodonya dengan senjata tajam.

Minimarket Cikarang Utara

Sebelumnya, pada Jumat 10 April dini hari, kawanan perampok bersenjata api menyatroni sebuah minimarket di Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Berkasi. Aksi pelaku terekam CCTV.

“Kerugian uang tunai sebesar Rp 45 juta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Jumat (10/4/2020).

Para pelaku saat itu berpura-pura hendak membeli mimuman. Kemudian, ia menuju meja kasir yang dijaga dua petugas minimarket, MI dan B.

Untuk mengalihkan perhatian salah satu kasir, ia pura-pura membeli rokok yang tersimpan di rak belakang kasir.

“(Setelah) memesan rokok, kemudian (pelaku) menodongkan sebilah pisau yang saat itu disimpan di dalam perut (pelaku). Kemudian datang 1 orang pelaku memakai sweater warna hitam sambil membawa sebilah celurit ikut menodongkan ke arah saksi,” kata Yusri.

Para pelaku memaksa korban untuk diantarkan ke brankas minimarket. Korban yang ketakutan, memutuskan mengantar pelaku.

“Korban membuka brankas dan menyerahkan uang dari dalam brankas sebesar Rp 45 juta. Setelah mendapatkan uang, pelaku langsung kabur,” tandasnya.

Dalam video yang beredar, tampak pelaku mengenakan jaket berwarna abu-abu dan topi. Tiba-tiba datang pelaku lainnya mengenakan jaket berwarna hitam membawa sebilah celurit.

Korban yang kaget pun langsung berjongkok di bawah meja kasir. Kemudian kedua pelaku menyeret korban.

Hingga saat ini polisi masih memburu para pelaku. Polisi belum bisa memastikan apakah dari tiga kejadian di 3 lokasi berbeda ini adalah kelompok yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*