Terkini

Dalam Kondisi Mabuk, Bule Asal London Beli Hotel di Sri Lanka

Pasangan suami istri asal London, Inggris, Gina Lyons dan Mark Lee tengah berbahagia karena status barunya sebagai suami-istri. Keduanya memutuskan untuk terbang ke Sri Lanka untuk merayakan dan menikmati bulan madu.

Rupanya perjalanan produser dan direktur penjualan ini meninggalkan kisah unik serta menarik. Bagaimana tidak, pasangan ini justru membeli tempat mereka berbulan madu karena terlalu mabuk.
Dilansir Travel and Leisure, diceritakan kala itu keduanya masuk ke dalam hotel yang berada di tepi pantai. Kemudian mereka memutuskan untuk menikmati alam dan pergi keluar untuk minum koktail.

Saat itu, keduanya juga dikatakan terlihat cukup akrab dengan staf hotel dan satu bartender. Mereka mengakui jika membawa sebotol rum dan membawanya ke pantai untuk dinikmati bersama dengan bartender semalaman.
Ketika menikmati minuman tersebut, sang bartender bercerita bahwa harga sewa kamar akan mengalami kenaikan.

Karena sedang mabuk, keduanya justru melakukan kesalahan dengan setuju membayar 39.500 dolar Amerika atau sekitar Rp 600 juta untuk menyewa kamar di hotel tersebut selama tiga tahun.
“Setelah mengetahui bahwa hotel ini mampu menghasilkan 10 ribu Poundsterling per tahun, saya dan Mark berpikir bahwa itu akan menjadi ide cemerlang bila kami membelinya,” ucap Lyons.

 

Hotel Lucky Beach Tangalle, Sri Lanka

Hotel Lucky Beach Tangalle, Sri Lanka (Foto: Instagram (@luckybeachtangalle))

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan jika idenya di saat mabuk itu membuat keduanya memiliki hotel. Tapi di balik itu, pasangan beda dua tahun ini juga harus berjuang keras untuk melunasinya.

Keduanya harus mengeluarkan dana untuk biaya hukum dan pemugaran sebesar 17 ribu dolar Amerika. Sementara itu, untuk menutupinya mereka harus berhutang dan tinggal di sebuah flat kecil.

 

Kamar di Hotel Lucky Beach Tangalle, Sri Lanka

Kamar di Hotel Lucky Beach Tangalle, Sri Lanka (Foto: Instagram (@luckybeachtangalle))

Oleh karena itu, Gina dan Mark akhirnya menyicilnya dengan membayar 15 ribu dolar Amerika di tahun pertama dan setengahnya dilunasi pada Maret 2019.
Namun meskipun demikian, pada 1 Juli 2018 lalu keduanya resmi menjadi pemilik penginapan ini.

Mereka menjadi pengusaha hotel dengan tujuh kamar yang diberi nama Lucky Beach Tangalle dan menyewakan kamarnya seharga 10 dolar Amerika atau sekitar Rp 151 ribu per malam.