Terkini

Corona Mewabah, Pemuda Muhammadiyah Desak Pemkot Tindak Apotek yang Lipatgandakan Harga Masker

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Awang Darmawan, mendesak pemerintah menindak tegas apotek, toko, dan pedagang yang menjual masker dengan harga berkali-kali lipat dari harga aslinya.

Sejak virus corona mewabah, tingkat kebutuhan masyarakat akan masker menjadi tinggi. Alhasil, harga masker meroket di pasaran.

Awang mengatakan, pemerintah harus hadir untuk mengendalikan harga masker. Sebab, masker merupakan salah satu alat yang penting digunakan masyarakat saat ini untuk mencegah penularan virus COVID-19.

“Kami meminta pemerintah bersama aparat kepolisian turun melakukan sidak dan menindak tegas apotek yang memperjualbelikan masker dengan harga tinggi. Masker saat ini sudah jadi kebutuhan utama warga, olehnya ketersediaannya mesti dijamin oleh negara,” katanya, Senin (2/3/2020).

Awang juga meminta aparat kepolisian untuk mencegah upaya oknum yang menimbun masker di tengah meningkatnya kebutuhan warga. Hal ini ditengarai menjadi penyebab masker saat ini langka di pasaran.

“Maklumat Kapolri tahun 2015 sangat jelas melarang pelaku usaha menyimpan barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu saat terjadi gejolak harga. Pelakunya bisa dipidana 5 tahun,” ujar dia.

Awang melanjutkan, masker saat ini dibutuhkan warga untuk mencegah penularan virus, terutama bagi orang yang sakit. Pasalnya, selain corona, penyakit lainnya seperti tuberkulosis (TB) juga bisa menyebar lewat udara.

“Perlu diingat jika TB juga merupakan penyakit yang mematikan, selain corona. Makanya, penyebaran virusnya juga harus dicegah dengan menggunakan masker oleh yang sakit,” katanya.

Meski demikian, Awang mengajak masyarakat untuk tidak panik menghadapi virus COVID-19. Salah satunya dengan tidak menggunakan masker bila tidak sakit.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, kata Awang, penggunaan masker sebenarnya tidak terlalu berguna untuk mencegah penularan virus COVID-19 ini. Sebab, COVID-19 menular lewat droplet (partikel kecil dari mulut), bukan melalui udara.

Virus COVID-19 menular lewat percikan droplet penderita yang hanya bisa dihilangkan dengan cuci tangan. Olehnya, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

“Jangan menyentuh area hidung mulut atau wajah secara keseluruhan apabila belum cuci tangan setelah menyentuh barang asing yang umumnya sering disentuh banyak orang seperti uang, gagang pintu, dan lainnya,” ujar dia.

Selain itu, Awang mengajak masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Biasakan makan dengan porsi yang cukup, bergizi seimbang, dan teratur. Istirahat yang cukup, olahraga minimal 150 menit per pekan, jangan begadang, dan jaga pola pikir.

“Jika sakit segera periksakan diri ke Puskesmas atau dokter terdekat. Jangan sampai imun jatuh terlampau jauh,” sarannya. (rls)