Terkini

Bahaya Virus Corona pada Ibu Hamil

FAJAR.CO.ID– Siapa pun bisa terinfeksi virus corona. Namun, beberapa kelompok diketahui lebih rentan.

Kelompok itu adalah mereka yang berusia lanjut, mengalami penyakit kronis, atau memiliki daya tahan tubuh relatif turun lebih rentan terinfeksi.

Salah satu yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah ibu hamil. Lantas, seberapa bahayakah infeksi coronavirus pada ibu hamil?

Bahaya infeksi coronavirus pada kehamilan

Sampai saat ini, belum ada laporan yang menyebutkan adanya ibu hamil yang terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, ibu hamil tetap harus waspada karena virus ini bisa jadi menginfeksi, sama seperti pada kasus SARS dan MERS yang lalu.

Studi kasus yang dilakukan terhadap pasien hamil yang terinfeksi SARS pada 2004 menunjukkan bahwa infeksi coronavirus dalam hal ini SARS saat hamil bisa menyebabkan keguguran pada kehamilan trimester pertama.

Bila terjadi pada trimester kedua atau ketiga, virus corona dapat menyebabkan kematian janin dan ancaman kelahiran prematur.

Belum jelas bagaimana mekanisme infeksi virus corona dapat menimbulkan komplikasi tersebut. Akan tetapi, kemungkinannya adalah gangguan pernapasan pada ibu hamil yang terinfeksi coronavirus bisa menurunkan pasokan oksigen pada janin.

Dalam kondisi tersebut, akibat fatal, seperti kematian janin, dapat terjadi.

Dilansir dari Channnel News Asia, seorang ibu yang tengah hamil 37 minggu terpaksa harus menjalani operasi caesar di Wuhan Union Hospital, Tiongkok.

Ibu hamil tersebut menjadi salah suspect virus corona yang tengah mewabah di daerah tersebut.

Mengapa harus diberikan tindakan operasi persalinan? Hal ini disebabkan ibu hamil bernama Xiaoyan ini tidak bisa menerima perawatan dan pengecekan intensif yang terkait novel coronavirus ini.

Untuk menyelamatkan nyawanya dan calon bayi, dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar.

Menurut Zhao Yin, Deputy Director Wuhan Union Hospital, operasi ini sangatlah berisiko.

Ini karena harus dilakukan saat pasien hamil tersebut tengah mengalami demam dan terus-terusan batuk. Tentunya, ini semakin berisiko tinggi para tenaga medis juga terular 2019-nCov.

Belum lagi tenaga medis yang melakukan operasi harus mengenakan dua lapis baju anti-virus, masker, dan juga sarung tangan selama satu jam proses tersebut.

Bahkan, dokter bedahnya mengaku sulit melihat selama operasi.

Pasien tersebut akhirnya melahirkan bayi laki-laki seberat 3,1 kg. Bayi tersebut langsung dibawa pulang ke rumah secepat mungkin untuk menghindari terjadinya penularan virus corona yang banyak di rumah sakit.

Dari sini, tentunya Anda menjadi paham kalau ibu hamil yang terinfeksi coronavirus memiliki risiko yang tinggi untuk melahirkan si Kecil.

Bayi yang baru lahir pun juga punya risiko tinggi tertular parasit tersebut langsung saat lahir atau dari lingkungan.

Itu sebabnya, penting bagi ibu untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh. Jangan ragu untuk meminta pertolongan medis jika sudah muncul gejala medis tersebut.

Ibu hamil harus terus menjaga kesehatan tubuh. Ditambah lagi hingga saat ini novel 2019-nCoV ini belum ditemukan obat ataupun vaksinnya.

Infeksi coronavirus masih menjadi ancaman kesehatan bagi semua orang, tak terkecuali ibu hamil.

Untuk itu, jaga kondisi tubuh dan lakukan langkah pencegahan di atas agar Anda dan janin tetap sehat dan terhindar dari bahaya infeksi coronavirus. (klikdokter/jpnn/fajar)