Terkini

10 Penyakit Ini Tak Kalah Mematikan dari Virus Corona

 Virus corona COVID-19 saat ini menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti di seluruh belahan dunia. Penyakit akibat virus ini bahkan sudah menewaskan sekitar 70.000 orang di dunia. Gejala yang muncul karena penyakit ini juga semakin beragam dan penyebarannya tidak terduga.

Namun, ternyata COVID-19 ini bukan termasuk penyakit yang paling mematikan di dunia di setiap tahunnya. Masih ada penyakit-penyakit yang tidak kalah mematikan. Jika ditangani dan didiagnosa dengan tepat, risiko kematian bisa dikurangi.Mengutip dari The Star,

berikut ini 10 penyakit paling mematikan yang ada di dunia.

1. Arteri koroner

Arteri koroner dikenal juga sebagai penyakit jantung iskemik. Penyakit atau kerusakan ini disebabkan karena terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung, dan berisiko terkena serangan jantung. Penyakit ini masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala, nyeri dada, hingga gagal jantung. Faktor risikonya terdiri dari, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga obesitas.

2. Stroke

Stroke merupakan penyakit yang terjadi saat arteri di otak tersumbat atau bocor. Otak akan mengalami kekurangan oksigen, setelah itu sel-sel otak akan mati dalam beberapa menit.

Jika stroke ditangani dengan cepat dan tepat, kemungkinan bisa pulih kembali. Tapi, jika terlambat bisa menyebabkan kecacatan dalam jangka panjang. Gejala yang muncul, terdiri dari mati rasa di seluruh atau sebagian tubuh, sulit berjalan atau melihat, dan kebingungan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), 93 persen orang yang stroke gejala utamanya adalah mati rasa di seluruh tubuh. Dan penyakit ini masih menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang. Faktor risiko yang bisa menyebabkan stroke, meliputi hipertensi, merokok, diabetes, usia, hingga keturunan.

3. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan juga menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini meliputi flu, bronkitis, tuberkulosis (TBC), dan pneumonia. Penyebabnya bisa karena virus atau bakteri yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Gejala yang muncul saat mengalami infeksi, di antaranya batuk, sesak napas, nyeri di dada, dan mengi. Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menyebabkan kematian dan menular ke banyak orang.

Untuk mencegahnya, bisa rutin melakukan vaksinasi, sering cuci tangan terutama sebelum makan dan menyentuh area wajah. Jika sudah terlanjur terinfeksi, segera obati dan memisahkan diri sementara sampai infeksi membaik agar tidak menulari orang lain.

4. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Kondisi ini bisa membuat pengidapnya sulit bernapas dalam jangka panjang. Pada 2004, diperkirakan sudah ada 64 juta orang yang menderita penyakit tersebut. Faktor risiko yang menyebabkannya, terdiri dari sering merokok, punya riwayat infeksi saluran pernapasan sejak kecil, keturunan, dan paparan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya.

5. Kanker pernapasan

Sebuah studi pada tahun 2015 melaporkan bahwa kanker pernapasan menyebabkan sekitar empat juta kematian setiap tahunnya, terutama di negara-negara berkembang. Kanker pernapasan ini meliputi kanker bronkus, trakea, paru-paru, dan laring. Faktor yang menyebabkan penyakit ini terdiri dari asap rokok, partikel beracun karen bahan kimia, merokok, dan kualitas udara buruk yang berbahaya.

6. Diabetes

Diabetes merupakan salah satu kondisi saat tubuh tidak bisa memproses makanan dan gula yang masuk ke aliran darah. Hal ini menyebabkan penumpukan racun di dalam darah karena jumlah hormon insulin yang tidak mencukupi.

Ada dua jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan 2. Diabetes tipe satu bisa dialami pada usia muda, yaitu saat pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Sementara tipe 2, biasa terjadi pada orang lanjut usia karena insulin yang diproduksi dalam tubuh tidak cukup dan terjadi resisten.

7. Penyakit Alzheimer dan demensia

Kedua penyakit ini memang jarang dikaitkan dengan risiko kematian. Tetapi, demensia dan alzheimer ini bisa menyebakan kehilangan ingatan. Meskipun lambat, penyakit ini sangat progresif san menyebabkan kerusakan pada mental dan memori.

Penyakit ini disebabkan oleh masalah memori ringan seperti tidak mampu mengingat sesuatu. Sampai akhirnya fungsi otak lambat laun akan menurun hingga mengakibatkan kematian. Faktor risikonya tediri dari ganguan kognitif, gaya hidup tidak sehat, down sindrom, trauma kepala, dan biasanya terjadi pada orang usia diatas 65 tahun.

8. Dehidrasi akibat diare

Diare merupakan penyakit yang sering terjadi di berbagai belahan dunia, biasanya terjadi karena keadaan sanitasi yang buruk. Penyakit ini bisa terjadi karena infeksi di usus karena bakteri, bisa ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi.

Jika diare itu berlangsung lebih dari beberapa hari, tubuh akan kehilangan banyak air dan garam dari tubuh. Bahkan dehidrasi yang parah bisa menyebabkan kematian.

Cara terbaik untuk mengatasinya, dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik, menjaga kebersihan, dan mencuci tangan yang bisa mengurangi penyebab diare hingga 40 persen

9. Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis atau TB merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Meskipun bisa diobati, tapi bakteri itu bisa kuat dan kebal terhadap pengobatan yang dilakukan.

Orang-orang yang berisiko terkena TB, di antaranya berat badan rendah, adanya infeksi HIV dan diabetes, hingga orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah. Bahkan, TB ini bisa terjadi sejak kanak-kanak, terutama ada keturunan di keluarganya.

10. Sirosis hati

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi menyaring zat-zat berbahaya dari darah. Penyakit sirosis hati ini adalah suatu kondisi yang disebabkan karena jaribngan parut kronis yang bisa merusak hati.

Keadaan ini bisa disebabkan oleh penyakit ginjal, hepatitis, atau konsumsi alkohol kronis. Pada kondisi tersebut, organ hati dipaksa untuk bekerja lebih keras karena jaringan parut terus terbentuk, hingga menyebabkan hati berhenti bekerja.

Faktor yang bisa menyebabkan sirosis, di antaranya konsumsi alkohol berlebihan, infeksi hati, infeksi virus kronis hepatitis A dan C, dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam waktu yang lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*